Jumat, 09 Mei 2008

Anggota Ref Team dari Direktorat hilir














Yups Berikut ini adalah nama-nama anggota Ref Team yang menempuh pendidikan di PTK Akamigas-STEM yang mendapat bantuan pendidikan dan ikatan dinas dengan PT Pertamina (persero) Direktorat Hilir, yang keseluruhanya berasal dari SMA Taruna Nusantara Magelang

1. Achmad Zainul Mustofa
2. Aditya Pradikta Novianto
3. Aldano Bridaga Putra
4. Andri Yuniarto
5. Antonius Ade Aryo Wicaksono
6. Ardhi Kartika Yoga
7. Ardi Hapsoro
8. Desiawan Nurrurahman
9. Dhymas Prakasa Saputra Warsito
10. Doddy Sulstyawan
11. Gilang Pratama
12. Nuclies Aquanto
13. Muhammad Luthfi

Yups... Ref Team....

SD Cabean di Cepu....


Kegiatan sosial membantu masyarakat merupakan suatu hal positif yang dilakukan individu atau instansi untuk berbakti terhadap masyarakat. Dan sudah menjadi program rutin senat PTK Akamigas STEM untuk melaksanakan kegiatan sosial bagi kota Cepu. Untuk kegiatan sosial kali ini senat mahasiswa mengambil tema pendidikan. Mengingat bahwa PTK Akamigas STEM merupakan salah satu lembaga pendidikan maka tema pendidikan kali ini sesuai untuk dijalankan.
Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia. Karena pendidikan merupakan suatu usaha atau aktivitas untuk membentuk manusia-manusia yang cerdas dalam berbagai aspeknya baik intelektual, sosial, emosional maupun spiritual, terampil serta berkepribadian dan dapat berperilaku dengan baik. Dan dengan kata lain tujuan pendidikan adalah untuk menyiapkan manusia agar mampu mengisi kehidupannya secara produktif bagi dirinya dan masyarakat.
Salah satu faktor yang menentukan dalam upaya meningkatkan kualitas sdm melalui pendidikan adalah sarana dan prasarana. Dengan sarana dan prasarana yang memadahi dan layak, akan meningkatkan kenyamanan dan semangat belajar bagi peserta didik. Di negeri kita ini terdapat banyak sekali bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Memang pemerintah sebenarnya telah mengalokasikan dana untuk meningkatkan sektor pendidikan. Namun untuk daerah-daerah yang letaknya sulit dan melihat sistem birokrasi yang sulit, banyak sekolah-sekolah yang kesulitan untuk mengajukan proposal pencairan dana.

Melihat keadaan tersebut, senat Mahasiswa PTK Akamigas STEM, khususnya bidang sosial berupaya untuk melakukan kegiatan sosial dibidang pendidikan ini.
Banyak lembaga maupun institusi pendidikan yang terdapat di kota Cepu terutama sekolah-sekolah yang bertujuan untuk mendidik siswa-siswa yang berada di kota Cepu. Dari keseluruhan lembaga sekolah tersebut sebagian besar memang memerlukan bantuan khususnya di sektor-sektor tertentu, mulai dari kekurangan di sektor sarana dan prasarana maupun dari sektor tenaga pengajar. Masalah ini bertambah mengingat bencana banjir yang melanda kota Cepu beberapa pekan ini, beberapa sekolahpun ada yang terkena bencana tersebut.

Beberapa instansi sekolah di kota Cepu juga telah mengajukan proposal pengajuan bantuan dana, khususnya kepada senat mahasiswa PTK Akamigas STEM. Untuk beberapa sekolah senat mahasiswa PTK Akamigas STEM telah membantu dengan meberikan bantuan dana maupun peralatan alat tulis kepada beberapa sekolah. Namun kegiatan pendidikan kali ini akan tetap difokuskan kepada salah satu sekolah yang dirasa pantas untuk mendapat bantuan. Selain dapat membantu sebuah sekolah secara lebih total, dan dengan bantuan ini harapan dari senat adalah untuk dapat memberikan bantuan yang dapat digunakan secara berkesinambungan dan akan menjadi sebuah aset penting bagi sekolah tersebut.

Di Sd Cabean, Seluruh siswanya dibebaskan dari biaya operasional sekolah dan dapat mengenyam pendidikan secara gratis. Namun, itu saja tidak cukup memberikan kenyamanan serta keamanan bagi para guru serta siswanya dalam proses belajar dan mengajar, karena dari segi fasilitas masih banyak terdapat kekurangan. tidak adanya ruangan yang paling dibutuhkan para siswa yaitu perpustakaan sehingga kendala dalam hal meningkatkan minat baca serta sarana menambah ilmu pengetahuan semakin besar.

SD Cabean I terletak 8 km dari kecamatan Cepu. Tepatnya di dukuh Jeruk kelurahan Cabean kecamatan Cepu kabupaten Blora. Untuk mencapai SD tersebut, jalan yang harus dilewati adalah melalui kapuan dan masuk ke jalan yang mempunyai medan yang cukup sulit namun masih dapat dilalui oleh mobil. Melihat dari data lokasi tersebut, SD Cabean I sering kesusahan untuk mengajukan permohonan bantuan. Sampai di depan bangunan sekolah SD Cabean I, di bagian paling depan akan terlihat gapura yang kondisinya sudah tidak layak yang tampatnya memang sudah lama tidak diperbaiki dengan kerusakan di beberapa tempat. Hal ini juga dikarenakan karena kondisi kontur tanah di kota Cepu yang labil. SD Cabean I memiliki luas kira-kira 300m2 yang terdiri dari empat bangunan utama dan sebuah lapangan upacara yang tidak terlalu luas.
Bangunan pertama yang kita temui adalah sebuah surau yang kondisinya telah rusak.

Surau ini tidak terlalu besar, namun sangat penting karena selain untuk kegiatan beribadah dan pelajaran agama khususnya bagi siswa yang beragama muslim di SD ini, surau ini juga digunakan masyarakat Cabean untuk beribadah. Bangunan kedua yang kita temui adalah bangunan kecil yang sebelumnya digunakan untuk kepala sekolah namun sekarang digunakan sebagai rumah untuk penjaga sekolah. Bangunan ketiga adalah ruang kelas dan ruang guru. Tepatnya ruang untuk kelas V dan kelas VI serta ruang guru yang sekaligus merangkap sebagai ruang bersama. Bagaimana tidak , ruang kepala sekolah, ruang guru, ruangan UKS dan lemari alat-alat peraga dan perlatan penunjang menjadi satu dalam satu ruangan. Bangunan keempat adalah ruang kelas untuk kelas I sampai dengan kelas IV.


Untuk ruangan kelas, SD Cabean I hanya memiliki lima ruang kelas, yang menyentuh dari sekolah ini adalah untuk kelas II dan kelas III berada dalam satu ruangan dalam waktu bersamaan. Dalam proses belajar mengajarnya, guru kelas II dan Guru kelas III mengajar secara bergantian dalam ruangan yang sama, satu kelas dibagi menjadi dua lajur besar, untuk kelas II dan untuk kelas III. Kondisi ruangan untuk beberapa kelas sangat menyedihkan. Untuk bangunan kelas V dan VI serta ruang guru, bangunan tersebut sudah tidak mendapat renovasi sejak lama. Sehingga tidak heran apabila eternit yang terbuat dari bambu sudah banyak yang berlubang dan sudah bisa dipastikan bocor. Untuk kondisi atap yang terbuat dari seng, pada musim kemarau akan terasa panas sedangkan pada musim hujan suara hujan akan sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar karena beradu dengan seng. Kondisi papan tulis sudah mulai berlubang, dan yang juga parah adalah kondisi meja dan kursi yang sudah sangat lama tidak mengalami renovasi. Bahkan untuk beberapa kelas tidak terdapat meja untuk guru, sehingga apabila beristirahat, tenaga pengajar duduk di bangku kosong seperti milik pelajar SD tersebut.
Apabila kita bertanya mengenai bangunan perpustakaan, SD Cabean I tidak memiliki bangunan perpustakaan. Perpustakaan di SD ini terdapat pada ruang kelas V tepatnya di sudut kelas. Perpustakaan SD ini berupa lemari buku tua yang berukuran 1,5m x 1m dengan tempelan kertas yang bertuliskan ”PERPUSTAKAAN”. Buku-buku yang terdapat pada perpustakaan tersebut juga merupakan buku-buku terbitan tahun lama yang sudah usang dan tidak layak untuk digunakan.


Untuk masalah sanitasi, SD ini memiliki satu bangunan tempat cuci kakus, namun keadaanya sangat parah dan tidak layak disebut sebagai tempat sanitasi. Bangunan WC ini sudah rusak dan untuk fasilitas airnya tidak memadai.
Untuk tenaga pengajar, SD Cabean I hanya memiliki 5 pengajar tetap dan 1 pengajar tidak tetap, satu pengajar untuk tiap kelas dengan penguasaan materi dari tiap-tiap pengajar untuk semua tingkat. Jadi setiap guru bisa dipastikan mengajar lebih dari satu mata pelajaran, dan untuk beberapa pelajaran tertentu guru-guru tadi mengajar secara bergantian di kelas lain menyesuaikan untuk kelas yang kosong.

Sedangkan untuk gambaran siswa SD Cabean I adalah sebagai berikut, SD Cabean I memiliki total pelajar 95 siswa, secara garis besar siswa di SD ini memiliki semangat belajar yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari antusias siswa saat menjawab pertanyaan yang ditulis oleh pengajar di papan tulis. Hampir sebagian besar siswa berebut untuk mengisi jawaban di papan tulis. Untuk di lain kelas, dapat dilihat dari antusias siswa dalam bertanya mengenai hal yang belum mereka pahami. Mereka tidak segan-segan bertanya kepada pengajar mereka, siswa-siswa di SD ini juga memperhatikan pelajaran dengan sangat baik. Untuk kondisi baju seragam dan perlengkapan siswa, beberapa siswa tidak memiliki sepatu dan banyak seragam siswa yang telah usang. Untuk kondisi peralatan tulis siswa juga sangat minim, padahal peralatan tulis merupakan salah satu faktor penunjang belajar yang sangat penting. Pelajar di SD ini sebagian besar bukan dari dukuh Cabean melainkan dari dukuh lain, sehingga untuk menuju sekolah sebagian berjalan kaki dan juga ada yang menggunakan sepeda sederhan yang tertata rapi di pinggir bangunan sekolah. Kegiatan extra kulikuler di sekolah ini adalah pramuka dan kegiatan TPA yang diadakan pada sore hari untuk beberapa hari tertentu saja.

Menanggapi tentang kenaikan BBM

Jika kita melihat truk tangki seperti disamping, pasti sepintas kita memikirkan bahan bakar minyak.... Setelah terlintas bahan bakar minyak secara umum, sebagian besar warga Indonesia pasti akan memikirkan kata "bensin". Nah lintasan pikiran tersebut pasti akan terus berlari ke kata "bahan bakar kok mahal"... Efek dari bensin mahal pasti akan jelas berakibat pada harga-harga lain yang ikut meroket... Endingnya pasti kita akan berpikir, "pemerintah gimana sih?"...... Huhuhuhu... Sebuah dilema klasik yang melanda negeri ini... Apalagi sebentar lagi ada info jika bahan bakar minyak akan naik harga semuanya.... Harga belum naik saja sudah terjadi kelangkaan BBM dimana-mana, kok bisa sih? Hal ini terjadi saat saya hendak mengisi bensin motor teman saya, di beberapa SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakan Umum) tepatnya di kota Cepu, sudah terjadi kelangkaan... Ada yang habis, ada yang antre panjang... Yang bikin sebal lagi, kenapa penyedia bahan bakar mau melayani warga yang membawa drum-drum.... Padahal jelas hal itu tidak dibenarkan.....

So? Kenapa sih harus naik? Mungkin itu akan menjadi sebuah pertanyaan yang klasik juga bagi kita... Hayo, kenapa bahan bakar harus naik hargannya? Yups.... Sudah kita ketahui, harga minyak dunia sudah menembus harga 100$ / barrel... Harga yang sangat fantastis.... Terus apa hubungannya? Mungkin sebagian masyarakat yang belum tau akan bertanya demikian.... Okay akan saya jelaskan... Kita alokasikan apabila harga minyak sekarang 120$/barrel.... Itu harga minyak mentah.... 1 Barrel setara dengan 160 liter, tepatnya sih 158,9 liter... hahaha.... Nah bisa dihitung sendiri dengan kalkulator (buka kalkulator kalian) hohoho.... Berapa tuh harga tiap liter minyak mentah? Kira-kira 7500 rupiah... Nah 7500 rupiah... Itu baru minyak mentahnya saja... Nah di pembahasan tentang dunia refinery kan sudah saya ceritain (jika belum) kita bisa tau bahwa dalam proses pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar minyak (BBM) atau (non bahan bakar minyak) jelas membutuhkan biyaya dan energi yang besar... Oke2... Gampangannya gini... Kita ibaratkan bahawa proses pengolahan minyak mentah menjadi produk-produk tersebut menjadi bahan bakar seperti proses pembuatan roti... Nah jika dalam proses pembuatan roti, harga tepung yang belum diapa-apakan saja sudah 7500 rupiah, masa mau menjual roti kita seharga 4500 atau kurang? Jelas tidak mungkin.... Belum bayar kokinya, gasnya, bungkusan dan memasarkannya... Lah... Terus kok bisa murah? Tanya kenapa tanya kenapa?
Yups... Harga murah tersebut jelas dikarenakan oleh subsidi yang diberikan pemerintah.... Subsidi tersebut dialokasikan untuk warga yang kurang mampu... Nah seperti bensin, minyak tanah itu bisa seharga kurang dari 5000 itu sebenarnya adalah subsidi dari pemerintah... Berarti bensin dan minyak tanah di luar negeri harganya tetep mahal donk? Ya iya lahh... Masa ya iya donk... Di luar negeri harga bahan bakar per liternya bisa diatas 6rebu bahkan sampai 10rebu..... Jangan salah, minyak tanah dan avtur/jet a-1 (bahan bakar pesawat terbang) itu ga jauh beda.... Mmm... Jadi gini, keduanya terbuat dari fraksi yang sama yaitu kerosene.... Di indonesia kemarin harganya bisa sampai kurang dari 3000, di luar negeri 7000 misalnya... Ya jelas pada lari ke luar negeri lah... Nggak usah di jual 7000, di jual 5000 saja sudah untung besar... Tinggal di kalikan saja berapa liter... seribu? 2000 liter... Wuih.... Nggak usah jauh-jauh... Kenap masyarakat selalu tanya, "Pertamina sama pemerintah gimana sih? Kok bahan bakar langka?" Wui... jangan salah, kita di dunia refinery pertamina selalu berusaha untuk mencukupi stok bahan bakar negara, boleh lah jika memang unit-unit pengolahan sedang trouble... Tapi dalam keseharian, dunia refinery selalu berusaha mencukupi stok nasional... Lah kok bisa kurang? Yups, bahan bakar tersebut pada lari entah kemana... (Emang punya kaki gitu?) Tidak usah jauh-jauh dilarikan keluar negeri... Cukup di pool di suatu tempat, bahan bakar menjadi langka... Gokil juga tuh orang yang nge pool... Nunggu biar hargannya mahal kali ya? Emang begitu sih... Nah selain itu.. Golongan industri-industri, tidak mendapat subsidi, jadi harus tetep bayar seharga 7000 per liter... Namun karena mereka mau cari untung yang lebih besar, ya dimakan saja bahan bakar yang disubsidikan untuk masyarakat... Keuntungannya buwat membesarkan perut masing-masing...
Yups... Disitulah dilemannya... mau nggak mau BBM harus tetap dinaikkan, Opsi pertama mengenai efisiensi energi, sangat sulit di implementasikan secara langsung, sedangkan perubahan harga minyak terus naik secara cepat dan psti, opsi kedua adalah menaikkan harga bbm, jika opsi menaikkan bbm dirasa masih mengancam APBN (Anggaran Pembelanjaan Negara) maka subsidi akan dihapuskan... Yups kita sebagai warga mungkin memang berhak untuk protes, tapi jika melihat kondisi diatas, kenaikan bbm mungkin tidak akan ter elakkan lagi... Mau tidak mau, kita harus mengubah pola hidup kita yang baru, lebih berhemat energy, mengurangi jalan2, dan mulai mengefektifkan dalam penggunaan kendaraan... Dengan harga bbm yang murah, industri otomotif jelas mengincar pasaran negara kita... Dampaknya??? Motor-motor bebas masuk, entah merek dari mana kah, buanyak... Perlu diketahui, jumlah unit pengolahan minyak bumi di indonesia selama 10 tahun terakhir ini tetap... Dan belum ada penambahan significant, tapi jumlah konsumen kendaraan semakin meningkat tajam... Bisa dilihat dari dampak terancammnya indonesia dari keanggotaan OPEC (organisasi negara pengekspor minyak) indonesia dinilai mengekspor minyak terlalu kecil... Huhuhu,,, kasihan negara kita ini... Yups mau tidak mau... Kita juga mungkin harus belajar untuk menerima kondisi tersebut... Tapi pemerintah tentunya juga masih memikirkan untuk rakyat kecil kok... Mungkin bagi entah gimana caranya dipikirkan win-win solutionnya, entah dengan smart card, atau dengan peniadaan subsidi bagi pemilik mobil atau motor yang dianggap baru, pengurangan kendaraan yang sudah bertahun sangat lama (selain polusi, boros energi juga, apalagi kendaraan bertaun lama tersebut hanya digunakan 1 orang untuk melakukan perpindahan... sangat "efisien" sekali.... (pake petik tapi, jadinya buoroosss)...
Yups, yang jelas seperti itu kurang lebih, tinggal berdoa saja yang terbaik untuk negara kita... Oiya kalo mau protes buwat negara juga boleh, tapi kasih solusi....